Minggu, 22 April 2012

Perkembangan Perekonomian Indonesia


PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN

Secara umum ada 3 macam sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini, yakni sistem ekonomi liberal / kapitalis, sistem ekonomi sosialis dan sistem ekonomi campuran, yakni sistem ekonomi yang tidak 100% kapitalis dan tidak 100% sosialis, atau sistem ekonomi yang mengandung elemen – elemen dari sistem ekonomi kapitalis maupun sistem ekonomi sosialis.
Menurut Sanusi (2000), perbedaan antarsistem ekonomi satu dengan yang lainnya terlihat dari ciri – ciri nya sebagai berikut :
1.      Kebebasan konsumen dalam memilih barang atau jasa yang di butuhkan.
2.      Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja.
3.      Pengaturan pemilihan / pemakaian alat – alat produksi.
4.      Pemilihan usaha yang di manifestasikan dalam tanggung jawab manajer.
5.      Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh.
6.      Pengaturan motivasi usaha.
7.      Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi.
8.      Penentuan pertumbuhan ekonomi.
9.      Pengendalian stabilitas ekonomi.
10.  Pengambilan keputusan.
11.  Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan.

A.    SISTEM EKONOMI KAPITALIS
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi di mana kekayaan yang produktif terutama yang dimilikisecara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk di jual. Adapun tujuan pemilikan secara pribadi yakni untuk memperoleh suatu keuntungan / laba yang cukup besar dari hasil menggunakan kekayaan yang produktif.
 
Ada 6 asas yang dapat dilihat sebagai ciri sistem ekonomi kapitalis :
1.      Hak milik pribadi
Dalam sistem ekonomi kapitalis alat –alat produksi atau sumber daya ekonomi, seperti SDA, modal, dan tenaga kerja, di miliki oleh individu dan lembaga – lembaga swasta.
2.      Kebebasan berudaha dan kebebasan memilih
Dalam sistem ekonomi kapitalis yang di maksud dengan kebebasan berusaha adalah kegiatan produksi dapat dengan bebas oleh siapa saja yang mempunyai inisiatif. Sedangkan yang dimaksud dengan kebebasan memlilih dalam sistem ekonomi kapitalis adalah menyangkut kedaulatan konsumen dan kebebasan pengusaha untuk memperoleh sumber daya ekonomi untuk memproduksi suatu produk yang dipilihnya sendiri untuk dijual dengan tujuan mencari keuntungan yang maksimum. Kebebasan memilih juga mencakup kebebasan pekerja untuk memilih setiap jenis pekerjaan yang dikehendakinya. Kebebasan memilih juga termasuk dalam kebebasan membuat berbagai perjanjian.
3.      Motif kepentingan diri sendiri
Kekuatan utama dari sistem ekonomi kapitalis adalah motivasi individu untuk memenuhi kepentingan / keuntungan diri sendiri.
4.      Persaingan
Sistem persaingan bebas merupakan salah satu lembaga penting dari sistem ekonomi kapitalis. Setiap individu atau pelaku ekonomi swasta , baik pembeli maupun pengusaha, dengan motivasi mencari keuntungan yang maksismum bebas bersaing di pasar dengan kekuatan masing – masing. Setiap pelaku ekonomi swasta bebas memasuki dan meninggalkan pasar.
5.      Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
Segala keputusan yang di ambil oleh pengusaha (penjual) dan konsumen (pembeli) dilakukan melalui sistem pasar. Dalam perkataan lain , tingkat harga dan jumlah produksi yang terjual ditentukan sepenuhnya oleh kekuatan permintaan dan penawaran.

6.      Peranan terbatas pemerintah
Dalam sistem ekonomi kapitalis, pemerintah masih mempunyai peran yang dapat membatasi berbagai kebebasan individu, misalnya mengeluarkan pengaturan – pengaturan yang melarang praktik – praktik monopoli yang sifatnya non – alamiah dan melindungi hak – hak konsumen dan pekerja.
            Menurut dumairy (1996) sistem ekonomi kapitalis dilihat dari terminologi teori ekonomi mikro. Menurutnya sistem ekonomi kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang menyandarkan diri sepenuhnya pada mekanisme pasar, prinsip laissez faire (persaingan bebas), meyakini kemampuan “the invisible hand”, dalam menuju efisiensi ekonomi. Mekanisme pasarlah (kekuatan permintaan dan penawaran) yang akan menentukan secara efisien ketiga pokok persoalan ekonomi.

B.      SISTEM EKONOMI SOSIALIS
Sistem ekonomi sosialis adalah kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis. Bagi kalangan sosialis, pasar justru harus di kendalikan melalui perencanaan terpusat. Adanya berbagai distorsi dalam mekanisme pasar menyebabkannya tidak mungkin bekerja secara efisien, oleh karena itu pemerintah atau negara harus turut aktif bermain dalam perekonomian. Satu hal yang penting untuk di catat berkenaan dengan sistem ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan capital.
            Sistem ekonomi sosialis dapat dibagi dalam dua subsistem yakni sistem ekonomi dari Marxis dan sistem ekonomi sosialisme democrat. Sistem ekonomi sosialis Marxis disebut juga sistem ekonomi komando simana seluruh unit ekonomi, baik sebagai produsen, konsumen maupun pekerja, tidak di perkenankan untuk mengambil keputusan secara sendiri – sendiri yang menyimpang dari komando otoritas tertinggi yakni partai. Dalam sistem ekonomi sosialis ini, seperti yang di anut dulu oleh Uni Soviet dan negara – negara komunis di Eropa Timur atau masih diterapkan hingga sekarang di Korea Utara dan mungkin hingga tingkat tertentu di Cuba, partai menentukan secara rinci arah serta sasaran yang harus di capai dan yang harus di laksanakan oleh setiap unit ekonomi dalam pengadaan baik barang –barang untuk sosial (sosial goods) maupun untuk pribadi (private goods). Unit – unit ekonomi sepenuhnya tunduk pada komando dari otoritas tertinggi tanpa ikut campur sedikitpun juga di dalam proses pengambilan keputusan dalam menentukan arah kebijakan dan sasaran yang akan di capai. Dalam perkataan lain, sistem ekonomi sosialis Marxis, ruang gerak bagi para pelaku – pelaku ekonomi untuk mengambil inisiatif sendiri dapat dikatakan tidak ada sama sekali.
            Dalam sistem ekonomi sosialis democrat seperti yang banyak di anut oleh banyak negara di Eropa Barat (terutama Jerman), dapat di katakan bahwa kekuasaan otoritas tertinggi jauh berkurang. Dalam sistem ini, di satu pihak ada kebebasan individu seperti dalam sistem ekonomi kapitalis, misalnya produsen bebas memilih jenis dan berapa banyak produksi yang akan di buat, konsumen bebas memilih barang mana yang akan dikehendaki dan pekerja bebas menentukan jenis pekerjaan apa yang diinginkannya. Namun di pihak lain, berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis, dalam sistem ekonomi sosialisme democrat, peran pemerintah lebih besar. Misalnya di negara – negara sosialis democrat di Eropa Barat ada ketentuan – ketentuan mengenai upah minimum dan penetepan harga minimum atau maksimum, serta ada kebijaksanaan perlindungan usaha, konsumen dan pekerja.
            Landasan ilmiah dari sistem ini adalah kombinasi antara prinsip – prinsip kebebasan individu dengan kemerataan sosial, jadi bukan pasar bebas yang liberal dan juga bukan paham ekonomi monetaris yang tidak menghendaki intervensi pemerintah dalam bentuk apapun.
Ada 6 kriteria sistem ekonomi democrat atau sistem ekonomi pasar sosial yaitu sebagai berikut :
1.      Ada kebebasan individu dan sekaligus kebijaksanaan perlindungan usaha.
2.      Prinsip – prinsip kemerataan sosial menjadi tekad warga masyarakat.
3.      Kebijaksaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.
4.      Kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hukum dan prasarana (sosial) yang terkait dengan pembangunan ekonomi.
5.      Kebijaksaan structural.
6.      Konformitas pasar dan persaingan.
Perbedaan lainnya yang sangat nyata antara sistem ekonomi sosialisme democrat dengan sistem ekonomi kapitalis adalah pada aspek sosialnya. Ada dua aspek sosial yang sangat penting dari sistem ekonomi sosialisme democrat, yakni peningkatan standar hidup kelompok berpendapatan terendah dan perlindungan terhadap semua warga masyarakat dari kesulitan hidup dan masalah – masalah sosial lain sebagai akibat dari risiko – risiko kesulitan hidup. Selanjutnya, pembagian pendapatan yang adil dalam sistem ekonomi sosialisme democrat dijaga dengan cara memberi perhatian pada: tingkat dan pertumbuhan upah, sistem perpajakan, stabilitas harga, persamaan peluang, dan adanya asuransi sosial minimal.

C.      SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Seperti telah dikatakan sebelumnya, sekarang ini tidak ada satupun (terkecuali di Korea Utara) negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis atau kapitalis 100%. Jadi, sistem ini merupakan “campuran” antara kedua ekstrem sistem ekonomi tersebut, dengan berbagai variasi kadar dominasi nya.
Dalam sistem ekonomi campuran di mana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kaar yang berbeda – beda. Ada sistem ekonomi campuran yang mendekati sistem kapitalis / liberalis karena kadar kebebasan yang relative besar atau presentase dari sistem kapitalisnya sangat besar. Ada pula sistem ekonomi campuran yang mendekati sistem ekonomi sosialis di mana peran kekuasaan pemerintah relative besar terutama dalam menjalankan berbagai kebijakan ekonomi, moneter / fiskal, dll. Di dalam sistem ekonomi campuran adanya campur tangan pemerintah terutama untuk mengendalikan kehidupan atau pertumbuhan ekonomi, mencegah adanya konsentrasi yang terlalu besar di tangan satu orang atau kelompok swasta, juga untuk melakukan stabilitasi perekonomian, mengatur tata tertib serta membantu golongan ekonomi lemah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar